بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. QS. 40 : 4
Kata تَقَلُّبُهُمْ diartikan pulang balik, lebih tepatnya pulang balik mereka. Kata pulang balik sering dikenal dengan bahasa bolak-balik. Akar katanya sama dengan قلب. Pada QS. 2 : 97 yang berbunyi
قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
Pada ayat ini kata قلب diartikan hati. Disini dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah sendiri telah menerangkan ternyata hati seorang insan bersifat fluktuatif (mudah terbolak-balik). Kemudian, sebenarnya apa yang harus dituangkan ke wadah yang bernama hati ini. Di ayat tersebut jelas diterangkan bahwa harusnya Al-Qur’an yang mana bersumber dari Allah lah yang harusnya ada di hati kita. Dan benar lah kalau harusnya hanya Allah yang ada di hati kita. Hal ini menentukan niat kita sebenarnya kepada siapa dan menentukan apakah bernilai ibadah atau hanya kesia-siaan belaka.
Oleh karena itu, sebagai pencari-pencari kebenaran yang haq harusnya kita mencarinya dengan cara yang benar tentunya. Pada QS. 17 : 106 yang berbunyi
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا
Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
dijelaskan dengan terang bahwa Al-Qur’an ini harus dibacakan. Kendala yang ada sekarang adalah kita berada di zaman setelah خا تم النبين. Sehingga kita dibacakan oleh orang yang telah mengetahuinya terlebih dahulu.
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. QS. 29 : 49
وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم