بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَبَشِّرِ الصَّابِرِين …
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. QS . 2 : 155-156

Pada ayat dilukiskan salah satu ciri2 orang yang sabar yakni yang mengucapkan kalimat istirja’ (“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”). Kemudian, apakah makna mengucapkan hanya dilafalkan saja? Lalu, apakah “kami” berarti diri kita seorang secara jasmani? Apakah sesempit itu?

Dan sungguh telah jelas pula bahwa

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS. 2 : 153

Mari kita menjadi barisan insan yang menjadikan sabar ini sebagai salah satu cara kita meminta tolong kepada satu2nya Dzat yang berhak. Karena untuk menuju tujuan yang benar tentu harus dengan cara yang benar insyaAllah..

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. QS. 112 : 2

وَ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم

Tulisan ini saya buat akibat peristiwa duka pada tanggal 15 Desember 2011 di RSHS Bandung yang dialami keponakan Pak Trio, yaitu Raihan Sakinah yang meninggal pada umur 13 th karena menderita penyakit leukimia.

Advertisement